Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Pasar Nantikan Kebijakan Trump, Dolar Menanjak ke Rp16.550

Recommended Posts

Foto: Ilustrasi dolar Amerika Serikat (AS). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah penantian kebijakan perdagangan Presiden AS, Donald Trump ke mitra dagangnya.

Merujuk Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin (24/3/2025) ditutup pada posisi Rp16.550/US$, rupiah atau melemah 0,33%.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 14:57 WIB turun tipis 0,07% di angka 104,01 Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 104,09.

Pergerakan rupiah hari ini terjadi di tengah momen penantian kejelasan lebih lanjut mengenai kebijakan perdagangan Trump menjelang tenggat waktu 2 April untuk tarif timbal baliknya.

Trump mengisyaratkan pada hari Jumat bahwa mungkin ada "fleksibilitas" dalam rencana tersebut, sementara laporan akhir pekan menunjukkan bahwa tarif tersebut mungkin lebih sempit cakupannya, berpotensi mengecualikan beberapa industri.

Dolar telah menghadapi tekanan sepanjang tahun ini, karena tarif diperkirakan akan membebani pertumbuhan ekonomi AS.

Namun, mata uang ini menguat kembali minggu lalu setelah bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) menegaskan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga lebih lanjut, meskipun telah mengisyaratkan dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun ini.

Lebih lanjut, arus dana asing tercatat jual bersih dari pasar keuangan domestik pada pekan lalu. Aksi outflow tersebut terjadi selama dua pekan beruntun yang didominasi oleh pasar saham.

Bank Indonesia (BI) merilis data transaksi 17-20 Maret 2025, investor asing tercatat jual neto sebesar Rp4,25 triliun, terdiri dari jual neto Rp4,78 triliun di pasar saham, beli neto Rp1,20 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), dan jual neto Rp0,67 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Senior Analyst Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta juga mengatakan bahwa ketidakpastian global dan domestik masih cukup tinggi.

Dari sisi global, tensi perdagangan AS dengan mitranya serta kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi perhatian. Sedangkan dari dalam negeri, dinamika politik serta ekonomi menjadi patut menjadi perhatian.

Terkhusus dari domestik, Nafan menegaskan bahwa kebijakan fiskal pemerintah termasuk penurunan penerimaan pajak, isu Sri Mulyani yang mundur, hingga RUU TNI yang bisa memperluas peran militer dan mengurangi supremasi sipil di lembaga sipil.

Hal-hal tersebutlah yang membuat terjadi net foreign sell belakangan ini.

CNBC INDONESIA RESEARCH


(rev/rev)

Saksikan video di bawah ini:

Meski Tipis, Rupiah Sukses Bungkam Dolar AS

Next Article Rupiah Menguat Tipis, Harga Dolar Sempat Sentuh Rp15.900 [1]

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...